Senin, 29 Agustus 2011

Cara Memaksimalkan Kinerja Mesin Yamaha Jupiter MX

Bagi anda pemilik Yamaha Jupiter MX, kali ini saya ingin berbagi dengan anda bagaimana cara memaksimalkan kinerja mesin 135 cc motor ini. Cara paling ampuh untuk meningkatkan performa mesin Jupiter MX bisa dilihat seperti di bawah ini:




Selain setting karburator meningkatkan tenaga MX bisa dilakukan dengan memodifikasi CDI. Jika anda mempunyai dana yang cukup, maka saya sarankan menggunakan CDI BRT karena sangat mudah dalam pemasangannya. Alternatif lainnya anda bisa mengadopsi CDI orisinil Jupiter lama yang tanpa limiter yang bisa mencapai 11000 rpm dibandingkan dengan MX yang cuma 9000rpm.

Untuk mengaplikasikan CDI Jupiter lawas ini tidak dengan membuang CDI orsi MX jadi dibuat MX anda dengan 2 CDI (1 orsi mx 1 orsi jupiter). Kenapa demikian..?
CDI MX memiliki keterkaitan dengan sistem TPS (Throttle Position Sensor) di karbu yang tugasnya mengubah derajat waktu pengapian sesuai bukaan skep karbu. Selain itu CDI MX merupakan gabungan kerja dari semua sistim yang ada di MX. Ditakutkan ketika CDI MX dinonaktifkan kinerja MX secara keseluruhan malah bermasalah, singkatnya sistim 2 cdi ini cuma fungsi sistem pengapian MX diambil alih oleh CDI Jupiter lawas.

Cara Pemasangan (dengan mengaplikasikan hukum pararel):

1. Kabel pengapian dari CDI Jupiter direkatkan dengan kabel coklat polos dan hitam bergaris coklat dari sepul pengapian.
2. Jangan lupa melepas kabel oranye yang menghubungkan CDI orisinil dengan koil pengapian MX, karena kabel oranye menuju koil dari CDI mx akan diambil alih dari kabel koil CDI Jupiter lawas.
3. Ganti perbandingan sproket (gear depan belakang) yang asalnya 15-39 menjadi 15-43 atau 14-39

Rekayasa ini diyakini ampuh sanggup melesatkan MX anda di Gigi 2 sampai 90 km/jam.

Kamis, 30 Juni 2011

CARA KERJA SISTEM MESIN 4TAK

4 komentar Diposkan oleh PAGABHEX di 07:48

Mengapa mesin disebut 4 tak, karena memang ada 4 langkah. Berikut adalah detail dari setiap proses. Untuk memudahkannya, maka setting email anda ke HTML sehingga gambar akan terlihat berurutan. Gambar diambil dari website www.howstuffworks.com/engine.htm. Pada website ini, gambar terlihat bergerak. Tetapi untuk memudahkan, gambar sengaja diset per langkah.

1. Intake
Disebut langkah intake karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator. Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. Cara kerjanya adalah sbb. Piston pertama kali berada di posisi atas (atau disebut Titik Mati Atas). Lalu piston menghisap bahan bakar yang sudah disetting/dicampur antara bensin dan udara di karburator. Piston lalu mundur menghisap bahan bakar. Untuk membuka, diperlukan klep atau valve inlet yang akan membuka pada saat piston turun/menghisap ke arah bawah.

Gerakan valve atau inlet diatur oleh camshaft secara mekanis. Yakni, camshaft mengatur besaran bukaan klep dengan cara menekan tuas klep. Camshaft sendiri digerakan oleh rantai keteng yang disambungkan antara camshaft ke crankshaft. Untuk detilnya, lihat gambar berikut.



Perhatikan bahwa A adalah Intake Valve (klep masuk bahan bakar) dan klep ini ditekan (membuka) karena I (camshaft) menekan valve A. Dengan demikian, pada saat piston turun, maka A terbuka sekaligus bahan bakar ditarik masuk ke ruang bakar. A akan menutup sampai batas tertentu sebelum langkah kedua : kompresi. Rantai keteng tidak terlihat karena akan sulit digambarkan di atas, tetapi crankshaft (P) terhubung dengan camshaft (I). Beberapa mobil Eropa seperti Mercedez menggunakan rantai sebagai penghubung antara crankshaft dan camshaft, tetapi umumnya di mobil Jepang menggunakan belt yang kita kenal sebagai timing belt.

2. Kompresi
Langkah ini adalah lanjutan dari langkah di atas. Setelah piston mencapai titik terbawah di tahapan intake, lalu valve intake tertutup, dan dilakukan proses kompresi. Yakni, bahan bakar yang sudah ada di ruang bakar dimampatkan. Ruangan sudah tertutup rapat karena kedua valve (intake dan exhaust) tertutup. Proses ini terus berjalan sampai langkah berikut yakni meledaknya busi di langkah ke 3.



3. Combustion (Pembakaran)

Tahap berikut adalah busi pada titik tertentu akan meledak setelah PISTON BERGERAK MENCAPAI TITIK MATI ATAS DAN MUNDUR BEBERAPA DERAJAT. Jadi, busi tidak meledak pada saat piston di titik paling atas (disebut titik 0 derajat), tetapi piston mundur dulu, baru meledak. Hal ini karena untuk menghindari adanya energi yang terbuang sia-sia karena pada saat piston di titik mati atas, masih ada energi laten (yang tersimpan akibat dorongan proses kompresi). Jika pada titik 0 derajat busi meledak, bisa jadi piston mundur tetapi mengengkol crankshaft ke arah belakang (motor mundur ke belakang, bukan memutar roda ke depan).

Setelah proses pembakaran, maka piston memiliki energi untuk mendorong crankshaft yang nantinya akan dialirkan melalui gearbox dan sproket, rantai, dan terakhir ke roda.



4. Exhaust (Pembuangan)

Langkah terakhir ini dilakukan setelah pembakaran. Piston akibat pembakaran akan terdorong hingga ke titik yang paling bawah, atau disebut Titik Mati Bawah. Setelah itu, piston akan mendorong ke depan dan klep exhaust membuka sementara klep intake tertutup. Oleh karena itu, maka gas buang akan terdorong masuk ke lubang Exhaust Port (atau kita bilang lubang sambungan ke knalpot). Dengan demikian, maka kita bisa membuang semua sisa gas buang akibat pembakaran. Dan setelah bersih kembali, lalu kita akan masuk lagi mengulangi langkah ke 1 lagi.

Link ke posting ini

Jumat, 17 Juni 2011

honda tiger



modifikasi jupiter mx 135cc






hai brow ketemu lagi, bagai mana kabarnya ?? disini akan membahas tentang modifikasi jupiter mx 135cc yang simpel, dengan menambahkan piringan cakram yang agak besar penampilannya kelihatan oke bukan walaupun perubahanya cuman sedikit seperti menganti rem belakang dengan cakram satria kelihatanya oke.. dan juga menambahkan RPM supaya saat memindahkan perseneling teratur

disini tidak mengunakan ban terlalu besar karena supaya enak untuk dipake sehari hari..
dngan merubah motor jupiter mx jadi seperti ini tidak menguras kocek uang pun tidak ter lalu dalam.. dengan penampilan simpel tapi menarik untuk di tongkrongin.... :D


ban depan FDR 80/80-17
ban belakang Corsa 90/80-17
cakram depan kostum
cakram belakang satria
kaca sepion costum fariasi


jupiter mx thn 2009



yamaha jupiter mx tahun 2009 ini kelihatan mantep dengan tampilan merah marun yang memunculkan warna,,
walaupun tampilanya sedikit yang d rubah tapi kelihatanya bagus tuk di lihat.. dengan megubah ban ke ukuran yang lebih besar penampilanya menambah seperti motor mx yang kekar

ban belakan : FDR ukuran 100/90
ban depan :FDR ukuran 90/80
sepakbor depan :ninja 250