Sabtu, 11 Februari 2012
Selasa, 24 Januari 2012
Keunggulan Jupiter MX
Jupiter mx adalah motor bebek yang lahir dengan mengadopsi teknologi dari motor balap. Faktor keunggulan jupiter mx yang telak membuat kompetitor tak berkutik adalah kapasitas mesinnya paling besar dibandingkan moped lain di indonesia, 4 tak 135 cc 4valve SOHC. Selain itu Jupiter MX juga merupakan moped yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang menggunakan DiASil Cylinder dan Forged Piston yang mendapat jaminan garansi selama 5 tahun. tentu teman-teman bertanya-tanya apa itu sebenarnya teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston?
DiaSil Cylinder
DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :
DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :
- Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
- Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses otomatis)
- Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai produktivitasnya tinggi
- Performa tinggi, antara lain ringan, pendinginan sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah aus, pemakaian oli hemat
DiASil Cylinder dibuat dengan proses Die Casting (cetak) bukan dengan Coated (lapisan) dapat dilihat gambar dibawah ini pelumasan “Elastic-Dynamic” pada permukaan DiASil Cylinder

Selain itu DiASil Cylinder juga memiliki kemampuan pendinginan yang bagus hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylinder suhunya lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi (conventional)
Keuntungannya adalah
- Bebas perawatan. saking kerasnya dinding DiASil Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh yamaha).
- Makin irit bahan bakar. DiASil Cylinder merawat permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.
Forged Piston
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). memiliki ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke moped. teknologi ini hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang menggunakannya.
Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain ;
- Tahan lama, tidak mudah aus.
- Suhu muai lebih tinggi.
- Koefisien gesek lebih rendah.
- Berat piston lebih ringan.
- Menghasilkan ‘noise’ lebih kecil.
- Mencegah piston seizure (piston macet)
- Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinde.
Senin, 29 Agustus 2011
Cara Memaksimalkan Kinerja Mesin Yamaha Jupiter MX
Bagi anda pemilik Yamaha Jupiter MX, kali ini saya ingin berbagi dengan anda bagaimana cara memaksimalkan kinerja mesin 135 cc motor ini. Cara paling ampuh untuk meningkatkan performa mesin Jupiter MX bisa dilihat seperti di bawah ini:
Selain setting karburator meningkatkan tenaga MX bisa dilakukan dengan memodifikasi CDI. Jika anda mempunyai dana yang cukup, maka saya sarankan menggunakan CDI BRT karena sangat mudah dalam pemasangannya. Alternatif lainnya anda bisa mengadopsi CDI orisinil Jupiter lama yang tanpa limiter yang bisa mencapai 11000 rpm dibandingkan dengan MX yang cuma 9000rpm.
Untuk mengaplikasikan CDI Jupiter lawas ini tidak dengan membuang CDI orsi MX jadi dibuat MX anda dengan 2 CDI (1 orsi mx 1 orsi jupiter). Kenapa demikian..?
CDI MX memiliki keterkaitan dengan sistem TPS (Throttle Position Sensor) di karbu yang tugasnya mengubah derajat waktu pengapian sesuai bukaan skep karbu. Selain itu CDI MX merupakan gabungan kerja dari semua sistim yang ada di MX. Ditakutkan ketika CDI MX dinonaktifkan kinerja MX secara keseluruhan malah bermasalah, singkatnya sistim 2 cdi ini cuma fungsi sistem pengapian MX diambil alih oleh CDI Jupiter lawas.
Cara Pemasangan (dengan mengaplikasikan hukum pararel):
1. Kabel pengapian dari CDI Jupiter direkatkan dengan kabel coklat polos dan hitam bergaris coklat dari sepul pengapian.
2. Jangan lupa melepas kabel oranye yang menghubungkan CDI orisinil dengan koil pengapian MX, karena kabel oranye menuju koil dari CDI mx akan diambil alih dari kabel koil CDI Jupiter lawas.
3. Ganti perbandingan sproket (gear depan belakang) yang asalnya 15-39 menjadi 15-43 atau 14-39
Rekayasa ini diyakini ampuh sanggup melesatkan MX anda di Gigi 2 sampai 90 km/jam.
Selain setting karburator meningkatkan tenaga MX bisa dilakukan dengan memodifikasi CDI. Jika anda mempunyai dana yang cukup, maka saya sarankan menggunakan CDI BRT karena sangat mudah dalam pemasangannya. Alternatif lainnya anda bisa mengadopsi CDI orisinil Jupiter lama yang tanpa limiter yang bisa mencapai 11000 rpm dibandingkan dengan MX yang cuma 9000rpm.
Untuk mengaplikasikan CDI Jupiter lawas ini tidak dengan membuang CDI orsi MX jadi dibuat MX anda dengan 2 CDI (1 orsi mx 1 orsi jupiter). Kenapa demikian..?
CDI MX memiliki keterkaitan dengan sistem TPS (Throttle Position Sensor) di karbu yang tugasnya mengubah derajat waktu pengapian sesuai bukaan skep karbu. Selain itu CDI MX merupakan gabungan kerja dari semua sistim yang ada di MX. Ditakutkan ketika CDI MX dinonaktifkan kinerja MX secara keseluruhan malah bermasalah, singkatnya sistim 2 cdi ini cuma fungsi sistem pengapian MX diambil alih oleh CDI Jupiter lawas.
Cara Pemasangan (dengan mengaplikasikan hukum pararel):
1. Kabel pengapian dari CDI Jupiter direkatkan dengan kabel coklat polos dan hitam bergaris coklat dari sepul pengapian.
2. Jangan lupa melepas kabel oranye yang menghubungkan CDI orisinil dengan koil pengapian MX, karena kabel oranye menuju koil dari CDI mx akan diambil alih dari kabel koil CDI Jupiter lawas.
3. Ganti perbandingan sproket (gear depan belakang) yang asalnya 15-39 menjadi 15-43 atau 14-39
Rekayasa ini diyakini ampuh sanggup melesatkan MX anda di Gigi 2 sampai 90 km/jam.
Kamis, 30 Juni 2011
CARA KERJA SISTEM MESIN 4TAK
4 komentar Diposkan oleh PAGABHEX di 07:48
Mengapa mesin disebut 4 tak, karena memang ada 4 langkah. Berikut adalah detail dari setiap proses. Untuk memudahkannya, maka setting email anda ke HTML sehingga gambar akan terlihat berurutan. Gambar diambil dari website www.howstuffworks.com/engine.htm. Pada website ini, gambar terlihat bergerak. Tetapi untuk memudahkan, gambar sengaja diset per langkah.
1. Intake
Disebut langkah intake karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator. Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. Cara kerjanya adalah sbb. Piston pertama kali berada di posisi atas (atau disebut Titik Mati Atas). Lalu piston menghisap bahan bakar yang sudah disetting/dicampur antara bensin dan udara di karburator. Piston lalu mundur menghisap bahan bakar. Untuk membuka, diperlukan klep atau valve inlet yang akan membuka pada saat piston turun/menghisap ke arah bawah.
Gerakan valve atau inlet diatur oleh camshaft secara mekanis. Yakni, camshaft mengatur besaran bukaan klep dengan cara menekan tuas klep. Camshaft sendiri digerakan oleh rantai keteng yang disambungkan antara camshaft ke crankshaft. Untuk detilnya, lihat gambar berikut.
Perhatikan bahwa A adalah Intake Valve (klep masuk bahan bakar) dan klep ini ditekan (membuka) karena I (camshaft) menekan valve A. Dengan demikian, pada saat piston turun, maka A terbuka sekaligus bahan bakar ditarik masuk ke ruang bakar. A akan menutup sampai batas tertentu sebelum langkah kedua : kompresi. Rantai keteng tidak terlihat karena akan sulit digambarkan di atas, tetapi crankshaft (P) terhubung dengan camshaft (I). Beberapa mobil Eropa seperti Mercedez menggunakan rantai sebagai penghubung antara crankshaft dan camshaft, tetapi umumnya di mobil Jepang menggunakan belt yang kita kenal sebagai timing belt.
2. Kompresi
Langkah ini adalah lanjutan dari langkah di atas. Setelah piston mencapai titik terbawah di tahapan intake, lalu valve intake tertutup, dan dilakukan proses kompresi. Yakni, bahan bakar yang sudah ada di ruang bakar dimampatkan. Ruangan sudah tertutup rapat karena kedua valve (intake dan exhaust) tertutup. Proses ini terus berjalan sampai langkah berikut yakni meledaknya busi di langkah ke 3.
3. Combustion (Pembakaran)
Tahap berikut adalah busi pada titik tertentu akan meledak setelah PISTON BERGERAK MENCAPAI TITIK MATI ATAS DAN MUNDUR BEBERAPA DERAJAT. Jadi, busi tidak meledak pada saat piston di titik paling atas (disebut titik 0 derajat), tetapi piston mundur dulu, baru meledak. Hal ini karena untuk menghindari adanya energi yang terbuang sia-sia karena pada saat piston di titik mati atas, masih ada energi laten (yang tersimpan akibat dorongan proses kompresi). Jika pada titik 0 derajat busi meledak, bisa jadi piston mundur tetapi mengengkol crankshaft ke arah belakang (motor mundur ke belakang, bukan memutar roda ke depan).
Setelah proses pembakaran, maka piston memiliki energi untuk mendorong crankshaft yang nantinya akan dialirkan melalui gearbox dan sproket, rantai, dan terakhir ke roda.
4. Exhaust (Pembuangan)
Langkah terakhir ini dilakukan setelah pembakaran. Piston akibat pembakaran akan terdorong hingga ke titik yang paling bawah, atau disebut Titik Mati Bawah. Setelah itu, piston akan mendorong ke depan dan klep exhaust membuka sementara klep intake tertutup. Oleh karena itu, maka gas buang akan terdorong masuk ke lubang Exhaust Port (atau kita bilang lubang sambungan ke knalpot). Dengan demikian, maka kita bisa membuang semua sisa gas buang akibat pembakaran. Dan setelah bersih kembali, lalu kita akan masuk lagi mengulangi langkah ke 1 lagi.
Link ke posting ini
Mengapa mesin disebut 4 tak, karena memang ada 4 langkah. Berikut adalah detail dari setiap proses. Untuk memudahkannya, maka setting email anda ke HTML sehingga gambar akan terlihat berurutan. Gambar diambil dari website www.howstuffworks.com/engine.htm. Pada website ini, gambar terlihat bergerak. Tetapi untuk memudahkan, gambar sengaja diset per langkah.
1. Intake
Disebut langkah intake karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator. Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. Cara kerjanya adalah sbb. Piston pertama kali berada di posisi atas (atau disebut Titik Mati Atas). Lalu piston menghisap bahan bakar yang sudah disetting/dicampur antara bensin dan udara di karburator. Piston lalu mundur menghisap bahan bakar. Untuk membuka, diperlukan klep atau valve inlet yang akan membuka pada saat piston turun/menghisap ke arah bawah.
Gerakan valve atau inlet diatur oleh camshaft secara mekanis. Yakni, camshaft mengatur besaran bukaan klep dengan cara menekan tuas klep. Camshaft sendiri digerakan oleh rantai keteng yang disambungkan antara camshaft ke crankshaft. Untuk detilnya, lihat gambar berikut.
Perhatikan bahwa A adalah Intake Valve (klep masuk bahan bakar) dan klep ini ditekan (membuka) karena I (camshaft) menekan valve A. Dengan demikian, pada saat piston turun, maka A terbuka sekaligus bahan bakar ditarik masuk ke ruang bakar. A akan menutup sampai batas tertentu sebelum langkah kedua : kompresi. Rantai keteng tidak terlihat karena akan sulit digambarkan di atas, tetapi crankshaft (P) terhubung dengan camshaft (I). Beberapa mobil Eropa seperti Mercedez menggunakan rantai sebagai penghubung antara crankshaft dan camshaft, tetapi umumnya di mobil Jepang menggunakan belt yang kita kenal sebagai timing belt.
2. Kompresi
Langkah ini adalah lanjutan dari langkah di atas. Setelah piston mencapai titik terbawah di tahapan intake, lalu valve intake tertutup, dan dilakukan proses kompresi. Yakni, bahan bakar yang sudah ada di ruang bakar dimampatkan. Ruangan sudah tertutup rapat karena kedua valve (intake dan exhaust) tertutup. Proses ini terus berjalan sampai langkah berikut yakni meledaknya busi di langkah ke 3.
3. Combustion (Pembakaran)
Tahap berikut adalah busi pada titik tertentu akan meledak setelah PISTON BERGERAK MENCAPAI TITIK MATI ATAS DAN MUNDUR BEBERAPA DERAJAT. Jadi, busi tidak meledak pada saat piston di titik paling atas (disebut titik 0 derajat), tetapi piston mundur dulu, baru meledak. Hal ini karena untuk menghindari adanya energi yang terbuang sia-sia karena pada saat piston di titik mati atas, masih ada energi laten (yang tersimpan akibat dorongan proses kompresi). Jika pada titik 0 derajat busi meledak, bisa jadi piston mundur tetapi mengengkol crankshaft ke arah belakang (motor mundur ke belakang, bukan memutar roda ke depan).
Setelah proses pembakaran, maka piston memiliki energi untuk mendorong crankshaft yang nantinya akan dialirkan melalui gearbox dan sproket, rantai, dan terakhir ke roda.
4. Exhaust (Pembuangan)
Langkah terakhir ini dilakukan setelah pembakaran. Piston akibat pembakaran akan terdorong hingga ke titik yang paling bawah, atau disebut Titik Mati Bawah. Setelah itu, piston akan mendorong ke depan dan klep exhaust membuka sementara klep intake tertutup. Oleh karena itu, maka gas buang akan terdorong masuk ke lubang Exhaust Port (atau kita bilang lubang sambungan ke knalpot). Dengan demikian, maka kita bisa membuang semua sisa gas buang akibat pembakaran. Dan setelah bersih kembali, lalu kita akan masuk lagi mengulangi langkah ke 1 lagi.
Link ke posting ini
Jumat, 17 Juni 2011
modifikasi jupiter mx 135cc
hai brow ketemu lagi, bagai mana kabarnya ?? disini akan membahas tentang modifikasi jupiter mx 135cc yang simpel, dengan menambahkan piringan cakram yang agak besar penampilannya kelihatan oke bukan walaupun perubahanya cuman sedikit seperti menganti rem belakang dengan cakram satria kelihatanya oke.. dan juga menambahkan RPM supaya saat memindahkan perseneling teratur
disini tidak mengunakan ban terlalu besar karena supaya enak untuk dipake sehari hari..
dngan merubah motor jupiter mx jadi seperti ini tidak menguras kocek uang pun tidak ter lalu dalam.. dengan penampilan simpel tapi menarik untuk di tongkrongin.... :D
ban depan FDR 80/80-17
ban belakang Corsa 90/80-17
cakram depan kostum
cakram belakang satria
kaca sepion costum fariasi
Langganan:
Postingan (Atom)











